SAMPANG, koranmadura.com – Santri menjadi pelopor tertib lalu lintas. Sebagai buktinya, di hari menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2017, sedikitnya ada 55 santri mengajukan permohonan SIM. Mereka langsung mengikuti ujian praktik di lingkungan Pondok Pesantren Assirojiyah, Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu, 21 Oktober tahun ini.
Sekretaris PP Assirojiyyah, Agus Adnani mengatakan mereka mengikuti ujian tersebut dengan bersarung. Terlihat kesulitan dengan pakaiannya tersebut. “InsyaAllah jumlahnya akan bertambah,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini tampak Kasatlantas AKP Musa Bahtiar. “Ini dalam rangka HSN 2017, kami jemput bola dengan masuk ke pondok pesantren. Melakukan layanan SIM. Santri ini kan terkendala waktu apabila mengurus SIM di kantor karena kesibukan belajar. Makanya, kami jemput bola untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Kasatlantas menjelaskan untuk mendapatkan surat izin mengemudi tetap berdasarkan prosedur seperti tes kesehatan, ujian tulis, dan ujian praktek berkendara. “Kami mengajak dan berharap para santri menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Harapan kami, santri menjadi contoh bahwa penggunaan helm dan tertib berlalu lintas itu untuk kepentingan pribadi,” jelasnya. (MUHLIS/RAH)