SUMENEP, koranmadura.com – Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, harus bebas kendaraan bermotor pada tahun 2020. Kendaraan bermotor akan diganti motor listrik.
“Tahun 2020 sepada yang pakek bensin harus hilang semua dan diganti sepeda elektrik,” kata Kepala Desa Banra’as, Kecamatan Dungkek, Mathur.
Upaya tersebut, kata Mathur, untuk menjaga kualitas kadar oksigen. Hasil penelitian LAPAN pada 2006, kadar oksigen di Pulau Gili Iyang berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal.
Sementara untuk pengadaan motor listrik secara massal, nantinya pihak desa akan berkonsultasi dengan PLN dan pemerintah daerah. “Memang butuh motor listrik, tapi pemanfaatannya kami masih binggung. Apakah pihak PLN sendiri yang mengadakan atau pemerintah atau kami,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi mendorong rencana tersebut. Saat ini di Pulau Gili Iyang telah ada dua unit motor listrik. “Memang ini harus dianggarkan dan diprogramkan. Ini demi memelihara kadar oksigen di sini (pulau Gili Iyang),” jelasnya.
Selain memprogramkan pengadaan motor listrik, pihaknya juga akan memprogramkan pengadaan kereta listrik untuk menunjang wisata ke depan. “Kereta elektrik harus ada,” jelasnya.
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyanbut baik gagasan tersebut. “Memang pembangunan destinasi wisata ini harus memerlukan dukungan dari semua pihak. Kami mendukung itu (pengoperasian motor elektrik),” katanya.
Fauzi juga mendorong adanya kereta elektrik. Bahkan dirinya mengaku telah lama berencana membangun kereta gantung di Gili Iyang. “Gili Iyang potensi wisatanya cukup bagus, dan butuh pengelolaan yang bagus pula. Apalagi Gili Iyang bagian dari wajah Sumenep ke depan,” tegasnya. (JUNAIDI/ MK)