SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Sudarmawan menyebut Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan mengalami gempa bumi, namun tidak disebutkan kapan bencana itu akan terjadi.
Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi terkait bencana alam yang kemungkinan terjadi di Sumenep. Menurut dia, dari 12 jenis bencana alam, ada enam bencana yang berpotensi atau telah terjadi di kabupaten paling timur Pulau Madura.
Enam jenis bencana alam dimaksud ialah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, abrasi laut, kekeringan, dan gempa bumi. “Yang tidak ada tsunami. Kalau gempa bumi akan ada,” ujarnya di Sumenep, Rabu, 1 November 2017.
Gempa bumi dimungkinkan terjadi di Sumenep akibat ada pergeseran lempeng-lempeng bumi. “Pergeseran lempeng itu mengarah ke Surabaya dan Madura,” tegas dia.
Sementara saat disinggung upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana, dia menyatakan telah memiliki beberapa program. Di antaranya melakukan penanaman pohon mangrove yang diletakkan di wilayah pesisir Kacamatan Kalianget.
“Pembentukan desa tangguh bencana itu juga merupakan program dalam rangka mengurangi resiko bencana, karena penanganan bencana itu tidak hanya pada saat terjadinya, tapi lebih diperkuat pada saat pranya,” tutur Sudarmawan. (FATHOL ALIF/RAH)