SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) menggelar aksi di depan kantor Bupati Sumenep, Kamis, 9 November 2017. Mereka menyampaikan aspirasi terkait kinerja oragniasi perangkat daerah (OPD).
Mahasiswa menilai kinerja sejumlah OPD di lingkungan kabupaten paling timur Pulau Madura perlu mendapat evaluasi. “Kinerja sejumlah OPD sangat mengecewakan dan perlu dipertanyakan,” kata orator aksi, Bisri.
Pihaknya meminta bupati maupun wakil bupati tegas dalam melakukan evaluasi terhadap bawahannya. Agar ke depan, pemerintahan di Kabupaten Sumenep berjalan seperti yang diinginkan masyarakat.
Pantauan media ini di lokasi, setelah beberapa saat melakukan orasi di depan pintu utama kantor Bupati, mahasiswa meminta agar bupati atau wakilnya menemui mereka.
Karena tak kunjung ditemui bupati dan wakilnya, mahasiswa berusaha untuk masuk ke dalam kantor Bupati menerobos barisan kepolisian. Aksi saling dorong pun tak dapat dihindarkan. Bahkan nyaris terjadi bentrok antara mahasiswa dan polisi.
Hingga berita ini ditulis, aksi mahasiswa masih terus berlangsung. Mahasiswa tetap mendesak agar bupati atau wakilnya menemui mereka meski telah disampaikan kepada mereka bahwa bupati dan wakilnya sedang tidak ada. (FATHOL ALIF/FAIROZI)