SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah pesisir di daerahnya berpotensi terjadi banjir rob.
Banjir rob adalah banjir yang disebabkan naiknya permukaan air laut. “Kalau melihat titik-titiknya, hampir semua wilayah pesisir atau kecamatan-kecamatan pesisir berpotensi terjadi banjir rob,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi.
Beberapa kecamatan pesisir yang dimaksud di antaranya Kalianget, Saronggi, Bluto, Pragaan, Pasongsongan, Dasuk, Batuputih, dan Batang-batang. “Termasuk wilayah pesisir di kepulauan,” tambahnya.
Selain banjir rob, menurut mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini, di beberapa kecamatan pesisir juga rawan terjadi abrasi. Misalnya di sepanjang pesisir Kecamatan Kalianget mulai dari Kalianget Timur ke arah barat sampai di pesisir Kertasada.
Sebagai upaya antisipasi terhadap adanya ancaman bencana semacam itu, menurutnya diperlukan kesadaran bersama untuk melestarikan lingkungan pesisir. Salah satunya bisa dengan melakukan penanaman mangrove.
“Diharapkan dengan penanaman mangrove, bisa mencegah terjadinya abrasi laut dan mengurangi potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir,” tambah Rahman.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan pesisir, pihaknya juga telah membekali sejumlah relawan dengan memberikan pelatihan. “Diharapkan nantinya mereka yang menjadi pioner dalam membangun kesadaran masyarakat,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK)