SUMENEP, koranmadura.com – Festival Busana Unik yang digelar oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) Minggu 12 November 2017 mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan dan pekerja seni di Kabupaten Setempat. Mereka menilai kegiatan yang sebenarnya tidak dikonsep dengan matang itu bisa menjadi embrio event yang lebih spektakuler di masa yang akan datang.
“Bila dengan persiapan dan konsep yang belum matang saja bisa seperti ini, apalagi kalau direncanakan secara serius. Bisa bersaing sama carnival-carnival serupa di Jember dan Banyuwangi sana,” ungkap Januar Herwanto, fotografer sekaligus editor Indonesian Black White ini.
Menurutnya, apa yang ditampilkan para peserta hari ini akan menjadi penyulut kreatifitas seniman-seniman lain. Hanya saja kedepan, ia menyarankan agar dipilih nama event yang lebih elegan, “Misalnya Sumenep Carnival atau apalah yang sudah akrab di telinga masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Edy Setiawan, Budayawan Madura di Sumenep. Ia menilai, Festival Busana Unik yang digelar KJS terkesan tidak dikonsep secara matang seperti event-event bergengsi di luar daerah, seperti JFC. Namun menurutnya, banyaknya peserta dan farian style yang ditampilkan, diakuinya cukup menggembirakan.
“Ini keh, perlu didukung secara serius oleh pemerintah. Potensi dan animo peserta cukup bagus. Tinggal kita tindak lanjuti secara lebih terencana,” ujarnya kepada A. Busyro Karim, sesaat setelah Bupati Sumenep itu memberikan sambutan dalam rangka pelepasan peserta di depan Masjid Jamik setempat.
Busyro sendiri berharap ke depan akan lebih meriah dan lebih banyak peserta yang ikut menampilkan kreatifitasnya. “Ini peserta kurang banyak, besok harus buat yang lebih meriah dan lebih banyak pesertanya. Kita bisa rangsang sekolah-sekolah untuk unjuk kebolehan. Saya yakin pasti bisa,” ujarnya.
Untuk diketahui, Festival Busana Unik ini diikuti oleh 39 peserta dengan berbagai tema design. Sejak dari busana bernuansa ikon Sumenep hingga yang kental bercorak etnik Papua. Separuh diantaranya terlihat sudah cukup profesional, sementara sisanya terlihat masih dalam tahap belajar.
Tanggapan positif juga diungkapkan oleh Abd. Kahir, salah satu pejabat teras di lingkungan Pemkab Sumenep. Dalam komentarnya terhadap foto pelaksanaan Festival Busana Unik yang diunggah panitia ia mengaku cukup apresiatif, “Suatu inovasi yang perlu diapresiasi dari KJS dan sepertinya suatu institusi yang layak ditunjuk sebagai designer/EO Sumenep Carnival 2018,” tulisnya diakhiri dengan simbol dua jempol.
Pelaksanaan Festival Busana Unik yang melebihi ekspektasi banyak pihak ini diharapakan bisa terus dimatangkan dan dikembangkan untuk menggali kreatifitas para seniman di Sumenep. Ini dinilai penting demi mengenalkan potensi kabupaten Aryawiraraja itu kepada dunia.
“Terimakasih banyak atas inovasi teman-teman KJS yang telah membantu program kami di pemkab Sumenep, Insyallah ini semua bisa kita tindaklanjuti bersama dengan lebih baik” ujar Sufianto, Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupten Sumenep setelah festival usai. (BETH)