SUMENEP, koranmadura.com – Proyek jalan di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan. Akibat belum selesainya pekerjaan jalan poros desa di Dusun Komis menuju Dusun Tanunggul, menyebabkan material mengganggu lahan pertanian warga.
“Bahannya di tumpuk di lahan warga, sehingga tidak bisa digarap,” kata tokoh pemuda Desa Muntorna, Moh. Mansur, Senin, 14 November 2017.
Saat ini, kata Mansur, petani mulai menggarap sawahnya untuk ditanami jagung. Mengingat sejak beberapa pekan terakhir di Sumenep mulai turun hujan. “Pemilik sawah banyak mengeluh, karena lahannya tidak bisa ditanami jagung. Padahal material proyek itu sudah lama dan belum dikerjakan,” ujarnya.
Pemilik sawah kebingungan. Mereka tidak tahu harus mengadu kepada siapa terkait material proyek yang diletakkan di sawah. “Karena di sana tidak ada papan nama proyek. Apakah proyek dibiayai desa melalui DD atau ADD, dan atau CV yang dibiayai APBD. Mereka bingung sekarang,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta proyek tersebut segera dikerjakan. Apalagi jalan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat musim penghujan seperti saat ini. “Harapan seperti itu,” tegasnya. (JUNAIDI/ MK)