SAMPANG, koranmadura.com – Beredar pesan singkat yang mengatasnamakan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sampang. Isinya dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) yang dipakai oleh para wakil rakyat.
Dalam pesan singkat itu disebutkan bahwa ada tiga mobil yang diduga digelapkan, yakni dua jenis mobil Suzuki Ertiga dan satu jenis Kijang Inova. Dugaan penyelundupan aset daerah itu melibatkan Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD.
Sekretaris DPRD Sampang, Anwari Abdullah saat dikonfirmasi tidak mengelak bahwa tiga mobdin sempat digadaikan. Hal itu terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai sekwan. Tiga mobil tersebut digadaikan oleh oknum di sekretariat.
Menurutnya, awalnya oknum keskretariat meminjam uang dengan jaminan mobdin tersebut. Karena tak sanggup membayar akhirnya mobil dinas yang menjadi korbannya.
“Iya dugaan itu memang benar adanya, tapi tinggal satu mobil yaitu jenis Suzuki Ertiga yang belum dikembalikan. Dan yang jelas saya tidak akan menyebut namanya,” katanya, Kamis, 2 November 2017.
Saat ditanya mengenai penyebar pesan singkat yang mengatasnamakan pejabat di Sekretariat DPRD, Anwari membantahnya. Pihaknya mengaku tidak tahu menahu mengenai pesan singkat tersebut. Bahkan nomor yang tertera di pesan singkat juga tidak dikenalinya.”Saya tidak tahu siapa yang SMS tapi kalau ada satu mobil yang belum kembali ke Sekwan itu benar,” paparnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sampang, Fauzan Adima yang namanya disebutkan dalam pesan singkat tersebut membantah. Pihaknyamengaku tidak pernah memakai mobil yang dimaksud dalam pesan singkat itu.
“Isi SMS itu tidak benar kalau mencatut nama saya. Saya tidak pernah memakai mobil itu. Saya pakai X-Trail, mari konfrontir dengan saya. Mobil yang mana yang saya pakai apalagi digadaikan. Silakan di cek ke Sekwan,” tegasnya.
Pencatutan namanya dalam SMS itu dinilai telah mencemarkan nama baiknya. Dirinya mengaku akan melaporkan penyebar SMS tersebut ke penegak hukum. “Siapa orangnya penyebar SMS itu, saya akan laporkan ke polisi,” ancamnya. (MUHLIS/MK)