SUMENEP, koranmadura.com – Pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,t stagnan. Selama dua tahun terakhir tidak ada perkembangan yang signifikan.
Bupati Sumenep A Busyro Karim mengatakan salah satu faktornya melemahnya pertumbuhan dibidang perekonomian. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi hanya mengalami peningkatan 1, 27 persen, dan 2016 hanya sekitar 2, 58 persen.
Disamping itu, indeks pembangunan manusia (IPM) juga rendah dari 62, 38 persen di 2015 menjadi 63, 42 persen di 2016.
Sejumlah persoalan tersebut, kata Busyro, menjadi isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama terutama dalam pembahasan Raperda Perubahan Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.
“Dalam RPJMD 2016-2021, Visi Pemkab Sumenep yaitu Sumenep makin sejahtera, pemerintahan mandiri, agamis, nasionalis, transparan, adil dan profesional atau Super Mantap,” katanya.
Sedangkan aspek subtansi materi RPJMD yang akan diubah diantaranya penyederhanaan indikator kinerja utama, penajaman tujuan, perubahan gambaran pengelolaan keuangan daerah, dan penataaan kembali program. (JUNAIDI/MK)