Para pembaca koranmadura.com, janji politik Bupati-Wakil Bupati Sumenep A. Busyro Karim-Achmad Fauzi tentang Menata Kota Mebangun Desa dinilai tidak jelas oleh sejumlah mahasiswa yang terhimun dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar), Selasa, 21 November 2017. Selain itu, mulai 2018, guru tetap Madin akan dibayar Rp 150 ribu per bulan. Sementara di Pamekasan, serapan rastra 2107 baru 57 persen, padahal sudah hampir pergantian tahun. Di Sampang, sebuah kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) dinilai tidak linier oleh seorang DPD RI Ahmad Nawardi. Ada lagi, peternakan ayam berkapasitas 80 ribu ekor di Kudus terbakar. Berita selengkapnya, baca di koran kita ya.
Tagih Janji Politik, Gempar Demo Kantor Bupati Sumenep. Di bawah guyuran hujan, Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) kembali turun jalan melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa, 21 November 2017. Klik di sini.
Mulai 2018, Guru Diniyah Dibayar Rp 150.000/Bulan. Guru wajib madrasah diniyah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai tahun 2018 akan mendapatkan bayaran Rp150 ribu setiap bulan. Klik di sini.
Serapan Rastra 2017 Baru 57 Persen. Menjelang akhir 2017, serapan beras prasejahtera (Rastra) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, baru mencapai 57 persen dari pagu satu tahun. Klik di sini.
Tak Ada Studi Perminyakan, DPD RI Semprot Poltera. Tak Ada Studi Perminyakan, DPD RI Semprot Poltera. Klik di sini.
Peternakan Ayam Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 3,5 M. Sebuah kandang peternakan berkapasitas 80 ribu ekor ayam di Desa Pasuruan Kidul RT 3 RW 4, Kecamatan Jati, Kudus ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar. Klik di sini.