SUMENEP, koranmadura.com – Pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya selesai. Sejak Jum’at, 10 November 2017, pembangunan PLTD bisa diopreasikan.
Investasi pembangunan PLTD mencapai Rp12,59 miliar. Rinciannya, Rp7,16 miliar untuk pembangunan jaringan dan Rp5,79 untuk pembelian lahan dan tiga mesin genset. Anggaran tersebut bersumber dari PT PLN tahun 2017.
Sementara sasaran pelanggan sebanyak 3000 kepala keluarga. Saat ini yang telah melakukan penyambungan sebanyak 300 pelanggan yang tersebar di dua desa Pulau Gili Iyang.
Untuk sementara waktu, penerangan di Pulau oksigen hanya hidup selama 12 jam. “Namun, kami tetap upayakan nanti hidup 24 jam. Ini upaya kami ke depan,” terang mantan Kepala Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Pulau Gili Iyang, Masdawi.
Apakah tidak akan mengganggu terhadap kadar oksigen, pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep itu meyakini tidak akan berpengaruh. Keyakinan tersebut didasarkn pada lokasi gardu listrik yang berada di posisi paling barat. “Dalam satu tahun, 9 bulan angin dari arah timur dan tiga bulan dari arah barat. Sehingga polusi akan lari ke arah barat dan tidak menutupi pulau,” jelasnya.
Ketika asap lari ke barat maka tidak akan diresap oleh air sehingga tidak terjadi polusi udara. “Jadi dampak positif dan negatifnya sudah kami pikirkan,” tegas Masdawi.
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan akan terus mengupayakan listrik di Gili Iyang hidup 24 jam. “Nanti kalau pelanggan di atas 3000, kami upayakan untuk bangun jaringan listrik bawah laut. Sehingga listrik nyala 24 jam,” tegasnya.
Pulau Gili Iyang di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki oksigen terbaik di dunia. Hasil penelitian LAPAN pada 2006, menunjukkan kadar oksigen di Pulau Gili Iyang berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. (JUNAIDI/MK)