Banyak sekali peristiwa terjadi sepanjang hari Senin 27 November 2017. Pembaca mungkin tak sempat mengikutinya satu persatu. Oleh karenanya, koranmadura.com merangkumkannya untuk pembaca. Salah satu dari peristiwa tersebut adalah pelantikan PPK-PPS di kabupaten Sumenep. Selain itu ada pula berita tentang Bayu Gatra yang kontraknya di perpanjang hingga dua musim oleh manajemen Madura United. Berikut rangkuman selengkapnya.
Dua Mantan Aktifis PMII Berpeluang Gantikan Ketua DPKS. Pasca resminya Moh Amin menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur sejak beberapa bulan lalu. Oleh karenanya, secara otomatis ia harus melepas jabatanya sebagai Ketua Dewan Pengawas Pendidikan Sumenep (DPKS). Terkait hal ini, dua orang anggota DPKS digadang-gadang sebagai calon pengganti Amin, keduanya adalah Muhammad Suhaidi dan Badrul Arrozi yang sama-sama mantan aktifis PMII. Selengkapnya bisa simak di sini.
Ini Sindiran Bupati Saat Pelantikan PPK-PPS Sumenep
Sebanyak 135 PPK dan 1001 PPS di Sumenep resmi dilantik, Senin, 27 November 2017. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyindir soal pelaksanaan Pemilukada yang akan sangat ditunjang oleh para penyelenggara pemilu. Seperti apa sindiran itu? Baca di sini.
Ditengarai Sering Sebabakan Kemacetan, Sejulah Pedagang akan Direlokasi
Meski telah membayar retribusi sebesar Rp 1.500 per hari, 26 pedagang di Jl. Sikatan Pasar Srimangunan terancam akan dipindah lokasikan. Pemindahan tersebut ditengarai karena keberadaan mereka sering memicu terjadinya kemacetan. Kemana mereka akan dipindahkan? Berikut www.koranmadura.com/2017/11/sering-sebabkan-macet-26-pedagang-di-jalan-sikatan-akan-direlokasi/.
Madura United Perpanjang Kontrak Bayu Gatra
Madura United resmi memperpanjang masa bakti Bayu Gatra Sanggiawan setelah sepakat menandatangi kontrak berdurasi dua musim ke depan atau 2018-2019. Ini alasan manajemen Madura United.
Genangan Air Kepung Sumenep, Bupati: Karena Hujannya Besar
Beberapa hari lalu, Sabtu, 25 November 2017, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikepung genangan air -untuk tidak mengatakan banjir- hujan. Di beberapa titik, bahkan hampir setinggi lutut orang dewasa. Terkait hal ini, Bupati Sumenep mengatakan bahwa itu terjadi karena hujan terlalu deras. Ini berita lengkapnya.
Budayawan Pesimis Visit Sumenep 2018 Terlaksana Maksimal, Ini Alasannya
Jelang tahun kunjungan wisata atau Visit Sumenep Years (VSY) 2018, bukan hanya mahasiswa yang pesimis program tersebut akan berjalan maksimal. Budayawan juga merasa demikian. Ini alasannya.