PAMEKASAN, koranmadura.com – Ratusan orang santri di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengikuti peringatan Hari Pahlawan dengan pawai obor, Kamis, 9 November 2017.
Pawai yang dilaksanakan Kompolan Pojok Surau setempat itu mengambil rute dari Lapangan Ronggosukowati menuju monumen perjuangan Arek Lancor melalui Jalan Kabupaten dan Jalan Diponegoro.
Di sepanjang jalan yang dilalui, para peserta pawai membaca salawat badar sambil sesekali meneriakkan pekik merdeka.
Ketua penyelenggara, Wazirul Jihad mengatakan pawai itu dimaksudkan untuk mengingatkan kembali peran santri dalam berjuang merebut kemerdekaan pada masa penjajahan.
“Untuk para santri, acara ini untuk mengingatkan mereka bahwa para ulama dan santri pada masa penjajahan juga ikut berjuang melawan penjajah. Sedang untuk masyarakat, kami ingin mereka tidak melupakan pengorbanan para ulama dan santri di masa perjuangan dulu,” katanya.
Karenanya, jelas dia, Monumen Arek Lancor dipilih sebagai lokasi akhir, untuk mengingatkan peserra dan masyarakat bahwa di lokasi tersebut puluhan santri dan ulama gugur dan dimakamkan.
“Monumen Arek Lancor itu awalnya adalah lokasi pemakaman para syuhada yang gugur di lokasi tersebut karena melawan penjajah. Dan, sebagian besar dari mereka adalah ulama dan kaum santri,” jelas Muhlis. (G. MUJ/RAH)