SUMENEP, koranmadura.com – Banjir rob yang diakibatkan luapan air laut mulai menghantui warga pesisir pantai. Salah satunya terjadi di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa malam, 5 Desember 2017. Menimpa tiga dusun di Desa Kartasada. Meski tak menimbulkan kerusakan, namun akibat terjadinya banjir rob aktivitas warga setempat sempat terganggu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riyadi menyatakan, Desa Kertasada memang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi banjir rob karena berada di kawasan pesisir.
Banjir rob rentan terjadi di daerah tersebut terutama ketika air laut sedang pasang. Lebih-lebih jika kondisi cuaca perairan sedang tidak bersahabat. Misalnya terjadi angin kencang. “Biasanya ketinggian banjir beda-beda. Paling tinggi sampai selutut orang dewasa,” paparnya, Rabu, 6 Desember 2017.
Mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait agar daerah-daerah pesisir yang rentan terjadi banjir rob dibangun tangkis laut.
“Kami sudah koordinasi dengan instansi teknis agar membangun bronjong dan tangkis laut di daerah-daerah pesisir. Supaya ketika air laut pasang atau terjadi gelombang tinggi tidak langsung mengenai rumah-rumah warga,” ucapnya. (FATHOL ALIF/RAH)