SUMENEP, koranmadura.com – Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Sumenep, Madura, Jawa Timur, angkat bicara terkait masih banyaknya desa yang belum mengajukan pencairan Dana Desa tahap II. Menurut mereka, keterlambatan tersebut berkaitan dengan pencairan tahap I.
Seperti diketahui, hingga kemarin realisasi pencairan DD tahap II 2017 baru mencapai 68,64 persen dari seluruh jumlah desa di Sumenep. Bupati setempat, A. Busyro Karim mengungkapkan, masih ada 103 desa yang belum mencairkan.
“Kenapa terjadi keterlambatan? Ini berhubungan dengan pencairan DD tahap I yang baru dicairkan pada bulan enam. Itu pun, pencairan tahap I ini dibagi lagi menjadi dua tahap,” ujar Ketua AKD Sumenep, Imam Idafi.
Pencairan DD tahap I yang baru dilakukan bulan enam berpengaruh terhadap realisasi kegiatan di desa, terutama kegiatan fisik. “Kalau kegiatan fisik, kan, minimal tiga bulan? Jadi itu sebenarnya yang menjadi faktor utama,” tambah Kepala Desa Parsanga ini.
Di samping itu, kondisi cuaca juga menjadi penyebab keterlambatan pencairan DD tahap II. Pada saat musim penghujan seperti sekarang, menurutnya, pekerjaan infrastruktur tak lancar seperti sebelum masuk musim penghujan. “Tapi untuk pekerjaan fisik saat ini sudah selesai. Tinggal administrasinya saja,” ujarnya.
Sementara Busyro Karim menyatakan sebelumnya, pelaksanaan DD di kabupaten Sumenep dihadapkan pada kendala kualitas sumber daya aparatur desa. “Hal ini berkaitan dengan latar belakang pendidikan kepala desa, serta konteks implementasi DD yang masih baru,” katanya. (FATHOL ALIF/RAH)