SUMENEP, koranmadura.com – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Festival “Sate Gajah”. Kegiatan tersebut, salah satunya, bertujuan lebih mendekatkan dan mengenalkan kuliner sate kepada masyarakat. Selain memang untuk mempromosikan tahun kunjungan wisata 2018.
Sate merupakan salah satu makanan yang sudah tak asing lagi bagi banyak kalangan, terutama ketika membicarakan tentang kuliner khas Madura. Sate Madura memang sudah sangat terkenal dan legendaris.
Namun, sate tak termasuk wisata kuliner khas Sumenep yang akan diandalkan Pemkab di tahun kunjungan wisata. Pemerintah di kabupaten paling timur Pulau Madura tampaknya lebih tertarik kepada makanan campor, kaldu kokot, dan kaldu campur soto (Kalsot).
“Wisata kuliner andalan Sumenep ada campor, kaldu kokot dan kalsot (kaldu campur soto),” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Sufiyanto.
Alasan tiga jenis makanan itu disebut sebagai wisata kuliner andalan Sumenep cukup simpel. Menurut Sofi karena ketiganya sudah banyak dikenal sejauh ini. “Yang terkenal, kan, baru itu?” jelasnya.
Seperti diketahui, tahun depan Pemkab Sumenep telah mencanangkan sedikitnya 39 event selama satu tahun, mulai event tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata. (FATHOL ALIF/MK)