SAMPANG, koranmadura.com – Pengerjakan proyek peningkatan jaringan irigasi DI Dam Dempo Abang di Desa Sokobanah Dana, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, baru selesai dikerjakan, namun kini sudah rusak parah.
Proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 783 juta 723 ribu dari Dana Alokasi Umum (DAU) TA 2017. Dikerjakan oleh CV Airlangga Perkasa.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wahyu Indriyani mengatakan kerusakan disebabkan oleh faktor alam.
“Kerusakan dam itu karena terkena banjir yang kedua pada 27 November lalu. Banjir yang terjadi di sungai itu hingga airnya meluap dan arusnya deras. Banjir di sana bukan hanya air saja, tapi bongkahan batu juga ikut tergerus dan mengenai lantainya karena banjir di sana banjir murni, bukan seperti di Sampang yang dapat kiriman. Karusakan itu juga kami tanyakan langsung kepada warga setempat dan ternyata memang karena faktor alam,” ucapnya, Rabu, 6 Desember 2017.
Menurutnya, kerusakan itu sudah dilaporkan kepada konsultan pengawas dan pelaksananya. Bahka sudah dibuatkan berita acaranya. “Kami sudah panggil semuanya, baik konsultan pengawasnya maupun pelaksananya. Tapi memang pengerjaan di sungai di sana tak kunjung sempurna, sebab sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Tapi, saya pribadi tidak tahu kapan sebelumnya ada pengerjaan. Katanya, dulu juga ada pengerjaan dan kondisinya juga rusak. Ya, mungkin karena sungai itu murni aliran sungai,” dalihnya.
Berdasarkan kontrak, pengerjaan proyek dam tersebut dilakukan mulai 21 Juni hingga 4 Oktober. Masa pemeliharaannya selama enam bulan setelah pengerjaan selesai. “Kan ada masa pemeliharaan, proyek dam itu pasti diperbaiki, tapi untuk sementara masih nunggu yang tepat karena saat ini cuacanya (hujan) masih ekstrem. Paling nanti Maret 2018 mendatang baru diperbaiki,” paparnya.
Secara terpisah, Staf Administrasi CV Airlangga Perkasa, Anto mengklaim pengerjaan proyek dam tersebut sudah sesuai dengan spek sebagaimana dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Kami kerjakan, sudah sesuai semuanya, termasuk spek besi dan bahan-bahan lainnya,” ujarnya.
Dia mengaku hingga saat ini tidak mengetahui persis karakteristik sungai di Desa Sokobanah Daya tersebut. “Kalau kedalaman airnya, kami tidak tahu persis, termasuk debet aliran sungai itu, karena saat kami kerjakan airnya sedikit hanya perkiraan tiga meter saja. Terkait perencanaan itu bukan urusan kami. Kami hanya mengerjakan berdasarkan gambar yang sudah ada. Sedangkan yang banjir kemarin itu mencapai ketinggian lima meter,” ucapnya.
Menurut Anto, peneguran sudah dilakukan oleh Dinas PUPR. (MUHLIS/RAH)