SAMPANG, koranmadura.com – Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Munawi mengeluh karena selama ini kurang diperhatikan oleh Pemerintah setempat, sehingga mayoritas mereka sulit mendapat pekerjaan.
Menurutnya, di Kabupaten Sampang tercatat ada sebanyak 400 penyandang disabilitas, namun diperkirakan hanya 10 persen dari mereka yang mempunyai pekerjaan.
“Penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan bantuan berupa sejumlah uang, tetapi pemerintah daerah juga harus bisa memberikan penyediaan akses pelatihan keterampilan dan kesempatan bekerja. Selain itu, juga diperlukan bimbingan psikologi karena rata-rata mereka masih merasa malu untuk mencari pekerjaan. Jadi, kami mohon kepada kepala daerah memberikan bimbingan mental dan keterampilan agar masa depan kami bisa lebih layak,” keluhnya, Senin, 11 Desember 2017.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Zainal Muttaqin mengaku bukan tidak memperhatikannya. Menurutnya, pada 2018 mendatang pihaknya akan menyiapkan bantuan modal usaha untuk 210 penyandang disabilitas yang tersebar di 14 kecamatan. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Ta 2018.
“Per orang nanti dapat Rp 2 juta, tapi harapannya kepada keluarga maupun masyarakat setempat untuk empati terhadap kaum disabilitas. Nanti kami akan sosialisasikan kepada disabilitas dengan menghadirkan narasumber dari pengusaha dan psikolog,” tandasnya. (MUHLIS/RAH)