SUMENEP, koranmadura.com – Pasar Anom Baru Blok A, khususnya di lantai dua, diduga dijadikan tempat mesum. Menyikapi hal itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih akan berkoordinasi dengan pengelola pasar.
https://www.koranmadura.com/2017/12/lantai-dua-pasar-anom-baru-blok-a-jadi-tempat-mesum/
Kepala Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta masuk ke Pasar Anom Baru. “Kami kalau mau masuk ke sana, mungkin, harus koordinasi dulu dengan pengelola di sana,” ujarnya, Sabtu, 23 Desember 2017.
Hanya saja, sambung dia, sampai sekarang pengelola Pasar Anom Baru, dalam hal ini Blok A, belum jelas, apakah dikelola UPT atau BPRS Bhakti Sumekar. Namun informasi sementara yang diterima pihaknya, pengelola Pasar Anom Baru akan diserahkan kepada BPRS.
Setelah pengelolanya jelas, lanjut mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep itu, pihaknya akan langsung berkoordinasi. Apalagi memang sudah ada permintaan dari para pedagang agar di Pasar Anom Baru dilakukan penertiban.
“Cuma sekali lagi, kami tidak bisa serta masuk kalau tidak ada permintaan dari pengelola pasar. Meskipun posisi kami sebagai penegak Perda. Karena di sana sudah ada Satpamnya. Tapi tetap, kami lakukan koordinasi,” Fajar menegaskan.
Sebelumnya, salah seorang pedagang Pasar Anom Baru Blok A, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa di lantai dua bangunan yang diresmikan 2016 lalu dijadikan tempat mesum. “Laporan dari beberapa teman, di lantai dua ternyata digunakan untuk tempat mesum. Biasanya malam hari,” katanya. (FATHOL ALIF/MK)