PAMEKASAN, koranmadura.com – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, Madura, menggelar demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Selasa, 12 Desember 2017.
Mereka menuntut Kejari Pamekasan mengusut tuntas 6 kasus dugaan korupsi. Masing-masing kasus yang taksir merugikan negara hingga miliaran tersebut di antaranya, kasus dugaan penyimpangan dana hibah senilai Rp 2,6 miliar di lingkungan Disporabud (sekarang Dispora), kasus mark up pembelian pertokoan CLM senilai Rp 7,5 miliar.
Kasus lainnya yang didesak dituntaskan yaitu hilangnya beras Bulog sebanyak 1,504 ton di Sub Drive XII Madura senilai Rp 2 miliar, dugaan mark up TPA Bindang senilai Rp 473 juta, kasus adhoc di lingkungan Dinas Pendidikann (Disdik) senilai Rp 1,9 miliar, kasus dugaan korupsi program listrik masuk desa (PLMD) 8,2 miliar.
Dan yang terakhir, mereka menuntut Kejari Pamekasan mengusut kasus penyimpamgan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di seluruh desa di Pamekasan.
Korlap aksi dari PC PMII Pamekasan, Fadil mengatakan aksi yang dilakukan hanya untuk mendorong Kejari mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Pamekasan.
“Nama penegak hukum dalam hal ini Kejari Pamekasan sudah tercoreng buruk akibat kasus suap DD kemarin. Oleh karenanya, Kejari harus mengembalikan citra baik. Caranya menuntaskan kasus korupsi ini,” kata Fadil. (RIDWAN/MK)