SUMENEP, koranmadura.com – Sumenep Batik Festival Fashion On The Street yang digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu, 9 Desember 2017, menuai protes, karena menampilkan busana-busana yang dinilai tidak sesuai dengan etika kedaerahan setempat.
Protesan ini beredar luas di media sosial, salah satunya di akun Facebook Syaf Anton. Dalam statusnya, budayawan Madura ini menyatakan keanggunan Sumenep yang mempunyai etika dan norma yang tinggi telah dieksploitasi oleh kepentingan sekelompok orang yang semata-mata untuk menampakkan Sumenep agar dilirik wisatawan mancanegara, hanya untuk kepentingan Visit Sumenep 2018.
“Ini mau memperkenalkan khas Sumenep ke orang asing, atau mau memperkenalkan budaya orang asing ke orang Sumenep? Jadi heran saya,” komen Dheya Senja, seorang netizen.
Tidak hanya itu, nitizen lain, Rohi Ema menyatakan harusnya kegiatan tersebut menampilkan busana yang sopan. “Kita ini budaya timur. Jadi harusnya pake budaya timur. Jadi, rasanya tidak terlihat pantas meniru budaya barat,” sentilnya. (RAH)