SUMENEP, koranmadura.com – Dengan berbagai pertimbangan, pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengusulkan adanya tambahan kuota elpiji ukuran 3 Kg di 2018. Namun Pemkab tak yakin usulan itu terpenuhi sepenuhnya.
Seperti diketahui, tahun depan Pemkab Sumenep mengajukan tambahan kuota sebesar 30 persen dari kuota elpiji ukuran melon tahun ini. Dari kouta 6,3 juta lebih tabung elpiji, 2018 Pemkab berharap bisa mencapai 8 juta lebih.
“Meskipun usulan tersebut dalam praktiknya tidak akan sampai ke angka itu,” ujar Kepala Subbag Pembinaan Usaha Daerah Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Suhermanto.
Apalagi, sambung dia, pemerintah pusat telah berencana akan mengevaluasi pengguna elpiji ukuran 3 Kg. “Sehingga, kalau rencana itu sudah terealisasi, maka ke depan hanya keluarga miskin dan rentan miskin yang akan mendapat elpiji bersubsidi,” tambahnya.
Sebagai informasi, dari tahun ke tahun realisasi penyaluran elpiji di kabupaten paling timur Pulau Madura ini semakin tinggi. Hal itu bisa dilihat dari realisasi penyaluran elpiji sejak 2013 hingga 2017.
Sesuai data di Bagian Perekonomian, realisasi penyaluran elpiji 3 kg pada tahun 2013 ialah 3,065.040 tabung. Kemudian meningkat menjadi 4.436.240 di tahun 2014. Tahun 2015 realisasi penyaluran elpiji 3 kg tak ada peningkatan. Baru di tahun 2016, meningkat menjadi 6,026.400 tabung.
“Pertambahan penduduk, perkembangan sosial ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep juga menjadi salah satu pertimbangan kami mengajukan usulan penambahan kuota,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK)