SUMENEP, koranmadura.com – Tak seperti di beberapa daerah lain di Indonesia yang mulai merangkak naik, jelang Natal dan Tahun Baru harga komoditas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih stabil.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Sukaris mengatakan, Natal dan Tahun Baru tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap sembako. “Karena mayoritas masyarakat Sumenep muslim,” katanya, Rabu, 20 Desember 2017.
Namun, sambungnya, Disperindag tetap terus melakukan pemantauan harga di pasaran. Pemantauan dilakukan di dua pasar tradisional, yaitu Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal, mengacu kepada wilayah pantau Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan hasil pantauannya, sejauh ini harga barang masih stabil. Stoknya juga aman. Kalaupun sebagian ada kenaikan, namun tidak signifikan. “Seperti kubis, cuma naik seribu. Harga tomat juga stabil yaitu 12 ribu,” tambahnya.
Sementara untuk harga telor, yang di beberapa daerah terus mengalami kenaikan, menurut dia di kabupaten paling timur Pulau Madura ini juga terbilang stabil. Hanya naik Rp 2 ribu per kilo, dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu. (FATHOL ALIF/MK)