SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengimbau masyarakat terus waspada karena penyakit difteri sudah merambah wilayah kabupaten di ujung timur pulau Madura ini.
Berdasarkan catatan Dinkes Sumenep 2017 terdapat empat orang dinyatakan suspek (terindikasi/tersangka) mengidap penyakit menular tersebut. “4 orang di Sumenep termasuk suspek penyakit difteri, namun yang positif hanya satu orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumenep dr A Fatoni.
Pasien difteri itu warga Kecamatan Kalianget. Dia masih berusia anak-anak. Hanya saja saat ini dia sudah berhasil disembuhkan. Meskipun begitu, menurutnya, peristiwa itu tetap masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah, termasuk sosialisasi dan imunisasi untuk mencegah virus tersebut. “Pencegahan kami terus lakukan,” jelasnya.
Menurutnya, penyakit difteri tidak hanya menimpa masyarakat di Sumenep, melainkan juga menimpa beberapa orang di kabupaten lain di Madura, seperti Kabupaten Sampang dan Bangkalan. “Hanya Pamekasan yang tidak terjangkit penyakit difteri,” jelasnya.
Untuk proses penyembuhan penyakit yang disebabkan faktor tingginya transportasi tersebut, kata Fatoni, pasien harus segera mendapatkan pengobatan medis. Saat ini hampir di semua puskesmas telah tersedia obat dengan lengkap.
“Tanda-tanda penyakit difteri di antaranya adalah panas tinggi dan gangguan pernapasan,” tandasnya. (JUNAIDI/RAH)