SAMPANG, koranmadura.com – Produksi garam di wilayah Kabupaten Sampang selama 2017 merosot tajam. Saat ini hanya mencapai 200 ribu ton garam dari target sebanyak 250 ribu ton.
Kabid Perikanan dan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, M. Mahfud mengatakan penyebabnya faktor cuaca. Petambak garam menyudahi aktivitasnya sejak awal November karena sudah memasuki musim hujan.
“Tahun ini memang tidak mencapai target, tapi kami sudah berusaha dengan bantuan seperti teknologi agar mencapai target. Karena faktor cuaca, petani banyak yang menjual garamnya,” kata M. Mahfud, Jumat, 15 Desember 2017.
Menurutnya, saat ini harga garam meninggi. KW 1 per ton senilai Rp 2,5 juta atau Rp 130 ribu persak, KW 2 per ton Rp 2 juta atau Rp 120 ribu persak. Sedangkan KW 3 seharga Rp 1 juta 750 ribu per ton atau persaknya seharga Rp 90 ribu.
Keadaan ini ditanggapi anggota Komisi II DPRD Sampang, H Sahid. Menurutnya, dinas terkait seharusnya mengantisipasi cuaca abnormal agar tak sampai mengganggu produksi garam.
“Kalau sudah ada rencana dari awal, kami yakin bisa tercapai. Selain sosialisiasi ditingkatkan, sifatnya juga ada aktion,” katanya.
Politikus Golkar itu meminta pada 2018 produksi garam bisa ditingkatkan supaya target garam asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, bisa tercapai.
“Yang jelas jangan hanya mengejar target produksi saja, tapi harus memperhatikan kualitas dan harga, demi kesejahteraan bersama,” ujarnya. (MUHLIS/RAH)