SUMENEP, koranmadura.com – Tanda-tanda akan terjadi cuaca buruk sebenarnya sudah terbaca sejak semula oleh para nelayan di atas sampan nahas itu. Oleh karenanya mereka memilih untuk segera pulang.
Namun alam rupanya lebih cepat berubah menjadi beringas. Sabtu siang, sekitar jam 11.00, 20 Januari 2018 angin kencang tiba-tiba datang dan ombak setinggi tiga meter itu menenggelamkan perahu mereka di perairan Dusun Muara, Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Sumenep.
Setelah 19 Jam, Nelayan Ini Ditemukan Mengapung dengan Tutup Box Ikan
Delapan orang nelayan yang ada di atasnya masuk ke dalam laut. Untuk menyelamatkan nyawa, mereka masing-masing berusaha mencari apa pun yang terapung di sekitarnya. Ada yang menemukan bambu, ember, box ikan, dan tiang kapal yang bagian atasnya masih terapung. “Saya sendiri menggunakan box ikan untuk bertahan,” ujar Sarwani, Minggu siang, 21 Januari 2018. Ia adalah salah satu korban selamat yang sebelumnya diberitakan bernama Sabrani.
Menurutnya, ada empat orang yang bertahan di sekitar kapal yang tak sepenuhnya tenggelam ke dasar laut itu. Mereka adalah Darso, Bunawi, Suki, dan Durahman. Sementara dirinya bersama Nardi berusaha mencari Muhammad dan Bahrawi yang terpental jauh saat perahu dihempas ombak. “Selain mencari mereka berdua, saya juga berusaha mencari perahu atau kapal yang ada di sekitar kejadian untuk meminta pertolongan,” kata Sarwani kepada koranmadura.com.
Tidak sebentar mereka terombang-ambing di laut dengan ombak yang sangat besar. Menurut pengakuan Sarwani, ia baru tertolong oleh sebuah perahu nelayan dari pasongsongan setelah kurang lebih dua jam. “Sayalah yang petamakali diselamatkan oleh perahu itu. Kemudian saya meminta mereka untuk mencari teman-teman saya yang ada di sekitar perahu kami yang tenggelam,” lanjutnya.
Tak butuh waktu lama untuk menemukan mereka yang ada di sekitar perahu nahas itu. Darso, Suki, Durahman dan Bunawi berhasil di selamatkan pula ke atas kapal. Namun sayangnya, Bunawi sudah dalam keadaan tidak bernafas.
“Selain saya, sudah ada empat orang teman yang ada di atas perahu. Lama sekali kami berputar-putar mencari teman-teman yang belum terselamatkan hingga akhirnya kami menemukan Nardi,” terangnya. Sementara Muhammad dan Bahrawi, sang pemilik perahu, hingga sore hari belum juga ditemukan. Dan perahu penyelamat itu pun terpaksa mengakhiri pencarian untuk mengantar korban selamat dan korban meninggal ke pelabuhan kecamatan Dungkek.
“Kabar terakhir yang kami terima, Muhammad ditemukan dalam keadaan selamat tadi pagi oleh para nelayan. Sementara Bahrawi masih belum juga ditemukan,” kata Sarwani dengan suara serak. Ia berharap pemilik perahu yang tercatat sebagai warga Desa Lapa Laok, kecamatan Dungkek itu segera juga ditemukan dalam keadaan selamat. (BETH)
Setelah 19 Jam, Nelayan Ini Ditemukan Mengapung dengan Tutup Box Ikan