PAMEKASAN, koranmadura.com – Partai Demokrat Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menganalogikan pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang telah mendapatkan tiket maju pada Pilkada 2018 seperti kopi pahit dan kopi susu.
Kopit pahit yang dimaksud adalah pasangan calon yang tak direstui partai berlambang Bintang Mercy tersebut. Sementara kopi susu adalah calon yang berhak mendapatkan rekomendasi dari partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Kami sebagai Desk Pilkada hanya sebagai koki, dari hasil koki itu kami sampaikan ke DPP, kami menyampaikan kopi pahit, ini kopi susu. Mudah-mudahan dari hasil koki ini satu rasa dengan DPP,” kata Ketua DPC Demokrat Pamekasan, Hermanto, Kamis, 4 Januari 2018.
Hermanto sendiri sempat ngeles ketika disinggung soal pilihannya kopi pahit atau kopi susu. Namun, ia akhirnya mengungkap pilihannya yaitu kopi susu, dengan kata lain Demokrat akan mengusung pasangan Kholilirrahman dan Fathorrahman (Kholifah). “Akhir informasi akan mengusung Kholifah, tapi kami belum megang rekomnya, yang jelas tidak lama lagi akan turun,” ungkapnya sambil tersenyum.
Seperti diketahui, ada dua pasangan calon yang telah mengantongi tiket maju pada Pilkada Pamekasan yang akan berlangsung Rabu 27 Juni 2018, yaitu pasangan Kholifah dan Baddrut Tamam-Rajae.
Pasangan Kholifah telah mendapatkan rekomendasi dari PPP, NasDem, Golkar, sementara Baddrut Tamam-Rajae diusung PKB, PAN. Sementara empat parpol lainnya (PBB, Gerindra, PKS dan PDI Perjuangan) belum menentukan sikap. (RIDWAN/MK)