SAMPANG, koranmadura.com – Meski banjir di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai surut, namun warga Sampang masih diminta waspada, karena diprediksi aka nada banjir susulan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) setempat, Anang Joenaidi mengatakan sejak pukul 08.00 wib diprediksi akan terjadi banjir susulan lantaran debit air sungai Kalikamong dan anak sungainya mengalami kenaikan.
“Kami mengimbau kepada warga Sampang terlebih warga yang masuk daerah terdampak untuk tetap waspada karena kondisi debit air sungai di Kalikamoning masih tinggi dari kondisi normal,” tutur Anang Joenanidi.
Menurut Anang, beberapa titik sungai yang mengalami kenaikan debit air, di antaranya di sungai Kalikamoning di wilayah Kecamatan Kedungdung, sungai Banyumas di Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, dan anak sungai dari Sungai Napo di Desa Napo Laok, Kecamatan Omben.
“Hanya mengalami kenaikan debit air sedikit saja, dimungkinkan ada susulan meski tidak besar. Itu informasi update pada pukul 10.00 wib tadi pagi,” paparnya.
Meskipun begitu, lanjut Anang, di beberapa tempat tampak genangan air mulai menurun. “Seperti di jalan Melati, Mawar, Imam Bonjol, dan Jalan Suhadak itu masih setinggi 50 sentimeter. Lainnya rata-rata sudah setinggi 30 sentimeter yang sebelumnya rata-rata setinggi 50 sentimeter,” ucapnya.
Daerah terdampak banjir hingga kemarin malam, menurut Anang, masih mencakup hingga Kelurahan Rongtengah yaitu meliputi ke Jalan Bahagia, dan daerah Monumen.
“Untuk desanya tetap tiga desa, yang menjadi terdampak yaitu Desa Pasean, Panggung, dan Gunung Maddah. Sedangkan untuk kelurahan yaitu Kelurahan Dalpenang dan Rong tengah,” tandasnya.
Untuk diketahui, sejumlah fasiltas umum yang menjadi terdampak banjir seperti gedung SDN Gunung Maddah III, SMPN 6, SMP Abu Rasyad Sampang, SMKN l, SDN Dalpenang I dan II serta kantor RRI. Begitupula area Pasar Sore Deggedeg yang berada di Jalan Suhadak. (MUHLIS/RAH)