SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sukaris menyatakan kenaikan harga beras sejak beberapa hari terakhir tidak sampai menimbulkan gejolak dalam kehidupan masyarakat.
Meski begitu, kata Sukaris, pemerintah setempat bekerja sama dengan Bulog tetap melakukan operasi pasar karena perintah dari pemerintah provinsi Jawa Timur.
“Sebetulnya kalau di Sumenep sendiri tidak terlalu bergejolak adanya kenaikan harga beras itu. Beda dengan daerah-daerah di luar Madura. Tapi, karena ada perintah dari Pemprov, ya sudah, kami melakukan operasi pasar,” ujarnya, Kamis, 18 Januari 2018.
Operasi pasar yang dilaksanakan pemerintah berlangsung hingga 31 Januari untuk tahap pertama. Jika harga beras masih belum stabil, operasi pasar akan dilanjutkan kepada tahap berikutnya, mulai 2 Februari hingga 31 Maret.
“Tapi, pada dasarnya operasi pasar ini sifatnya kondisional. Artinya, di saat harga beras naik saja. Nanti kalau sudah stabil, secara otomatis operasi pasar akan dihentikan,” tambah dia.
Berdasarkan pantauan Disperindag, saat ini harga beras medium di wilayah kabupaten paling timur Pulau Madura Rp 11 ribu per kilo. Menurut Sukaris, harga tersebut sudah berlangsung per 8 Januari lalu. “Itu karena stoknya berkurang,” ucapnya. (FATHOL ALIF/RAH)