SUMENEP, koranmadura.com – Tidak tahan terus menerus dituding jadi tukang santet, akhirnya Matlani (38), warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan sumpah pocong di Masjid Jamik Al-Ikhlas, Dusun Bilamabuk, Prancak, Jumat, 5 Januari 2018.
Disaksikan oleh ratusan warga desa setempat dan sekitarnya, beberapa orang tampak membantu KH. Syafii membentangkan kain kafan. Kemudian Matlani datang seraya bertelentang di atasnya. Sekujur tubuh Matlani lalu dibungkus dengan kain khas penghuni kuburan itu. Layaknya jenazah.
Ritual sumpah yang diyakini membawa dampak petaka bagi tukang santet apabila berkata dusta itu dipimpin langsung oleh seorang ulama dari Pondok Pesantren Annuqayah, KH. Syafii Anshori. Sebelum ritual sumpah itu dimunajatkan, KH. Syafii Anshor bersama hadirin berzikir kepada Allah. Juga mengingatkan masyarakat agar tidak main-main dengan sumpah pocong dan tidak mudah menuduh orang lain sebagai tukang sihir.
“Saya selalu didakwa punya sihir atau ilmu santet. Makanya, saya berani melakukan sumpah pocong, karena dakwaan itu tidak benar sama sekali,” kata Matlani.
Menurut Matlani, sumpah pocong itu dilakukan bukan karena diminta oleh seseorang. “Saya sendiri yang meminta setelah salat Jumat agar semua orang bisa menyaksikan,” ujarnya. (BETH/RAH)