SUMENEP, koranmadura.com – Terjadinya kenaikan harga beras di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat. Kendati begitu, pemerintah mengklaim harga beras masih normal.
Salah seorang warga di Kecamatan Pragaan, Suhriya menuturkan, saat ini harga beras merk tertentu mencapai Rp 35 ribu per 1 gantang. Naik dari sebelumnya yang hanya Rp 27 ribu.
Adanya kenaikan tersebut dirasa cukup memberatkan. Ibu rumah tangga ini berharap, harga beras tidak terus naik mengingat saat ini masih belum masuk musim panen.
Senada disampaikan Asma, warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding. “Kalau di sini harga beras sekarang tembus 38 ribu per gantang. Ini adalah kado tahun baru yang kurang menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Sukaris menyampaikan, berdasarkan pantauan pihaknya, saat ini harga beras kualitas medium masih normal.
“Sampai hari ini, Selasa (2 Januari 2018), harga beras di pasaran itu 11 ribu untuk kualitas medium. Yang premium 12.500. Kalau yang kelas bawah 10.300. Jadi masih normal,” ungkapnya.
Diakui, harga beras di pasaran saat ini memang lebih tinggi dari harga beras di Bulog. Namun dia menilai hal tersebut juga wajar. “Karena kalau di Bulog itu, kan, disubsidi,” pungkasnya, menjelaskan. (FATHOL ALIF/MK)