PAMEKASAN, koranmadura.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengaku telah berusaha keras mengusung kader sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat tahun ini, namun upayanya tersebut kandas.
Ketua DPC PPP Pamekasan, Mundhir Kholil menyatakan ada dua penyebab kegagalan tersebut.
Pertama, kader PPP berada di urutan ketiga dari hasil survie yang dilakukan di intenal maupun lembaga survei lainnya. Kedua, masalah finansial.
“Sejak dulu, kami ingin kader PPP ada di M1. Itu sudah kami usahakan, tapi apa daya. Jadi kepala daerah itu elektabilitas. Elektabilitas kader PPP ada di peringkat ketiga. Yang kedua kader kita tidak ada yang siap secara finansial,” kata Mundhir Kholil, saat ditemui di kantor PPP Jl. Bonotogo Pamekasan, Jumat, 5 Januari 2017.
Atas dasar itu, PPP hanya bisa menyandingkan kadernya di posisi wakil bupati, yaitu Fathorrahman. Anggota DPRD Pamekasan ini ‘dikawinkan’ dengan Kholilurrahman sebagai calon bupati periode 2018-2023. (RIDWAN/RAH)