PAMEKASAN, koranmadura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, belum puas dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar sekalipun sudah memenuhi target Rp 2,3 miliar pada tahun 2017.
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno mengatakan PAD pasar perlu ada peningkatan, karena jumlah pasar tradisonal di Pamekasan sebanyak 13 pasar yang tersebar di kecamatan. “Perlu ada peningkatan, kami menilai 13 pasar ini mampu sumbang PAD hingga 2,5 miliar,” kata Harun Suyitno, Senin, 15 Januari 2018.
Sejak tiga tahun terakhir, PAD pasar tradisonal di Pamekasan selalu penuhi target yang dipatok oleh pemerintah yakni Rp 2,3 miliar. “PAD pasar setiap tahun memang selalu memenuhi target, tapi masih perlu peningkatan,” ungkap politisi muda PKS tersebut.
Sementara Kadisperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto mengklaim PAD sektor pasar sudah maksimal dan selalu mencapai target. Bahkan melebihi dari target PAD setiap tahun. “Dari target yang ditentukan selama 3 tahun terakhir, PAD sektor pasar selalu surplus,” tuturnya.
Pria yang juga Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan itu mengaku masih kesulitan menambah PAD sesuai permintaan DPRD Pamekasan. “Target tersebut sudah sesuai peraturan bupati. Jadi, kami sudah memperhitungkan sematang mungkin,” jelasnya. (RIDWAN/MK)