SURABAYA, koranmadura.com – Untuk memenangkan pasangan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno di pilkada Jawa Timur 2018, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggebrak jajarannya agar membangun posko gotong-royong.
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan cara sangat penting dibentuk. “Posko-posko itu berada di rumah-rumah warga Kota Surabaya, di tempat para relawan. Kami berikan plakat, banner, dan spanduk yang menjadi penanda posko,” kata Whisnu Sakti Buana, Rabu, 24 Januari 2018.
Whisnu menjelaskan posko relawan menjadi titik konsolidasi dukungan dan suara warga. Cara ini pernah dilakukan PDIP saat Pilkada Surabaya 2015. “Ribuan posko relawan Risma-Whisnu dibentuk. Hasilnya, kami mendapatkan suara 86.3 persen,” kata Wawali Surabaya itu.
Di Kota Surabaya diperkirakan ada 2.3 juta pemilih. “Partisipasi pemilih digenjot agar kemenangan bisa maksimal. Kami sudah bertekad menyumbangkan suara Surabaya untuk kemenangan Jawa Timur,” kata Whisnu.
Masih kata putera mantan Sekjen DPP PDIP (alm) Sutjipto itu, isu ‘pendidikan gratis’ telah dititipkan pada Gus Ipul-Puti. Isu tersebut dibawa karena banyak keluhan masyarakat, sejak pendidikan SMA/SMK lepas dari Pemkot Surabaya dan diambil-alih oleh Pemprov Jatim, diikuti penerapan kebijakan pendidikan berbayar sehingga membebani orangtua peserta didik. “Alhamdulilah sudah masuk dalam dokumen visi-misi calon gubernur dan calon wakil gubernur,” kata dia
Padahal sejak era Walikota Bambang DH yang dilanjutkan Bu Risma, lanjut Whisnu, pembiayaan pendidikan di Kota Surabaya dibiayai negara melalui APBN dan APBD sehingga bisa dinikmati gratis oleh masyarakat.
Masalah tersebut disampaikan oleh Whisnu dalam Rapat Koordinasi Cabang PDIP Kota Surabaya, Senin, 22 Januari 2018. Rapat ini diikuti oleh 2.500 pengurus PDIP, mulai level kecamatan, kelurahan, hingga tingkat rukun warga. “Mbak Puti adalah cucu Bung Karno. Wajib hukumnya bagi kita untuk menyumbangkan kemenangan besar,” kata dia.
Sementara itu, Puti meminta kekuatan PDIP mengajak kalangan Soekarnis yang lain agar bergabung dan terlibat dalam pemenangan Pilkada. “Saya minta tolong, ajak dan bangunkan para pecinta Soekarno yang lain, para Soekarnis, agar bergabung untuk memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti dalam Pilkada 2018,” kata Puti.
Puti meyakini masih banyak Soekarnis yang saat ini menjadi ‘kekuatan diam’ di Jawa Timur. “Saya mendapat tugas untuk merajut kebersamaan, merajut kebangsaan, antara kaum nasionalis dan nahdliyin di Jawa Timur,” kata Puti. (detik.com/iwd/gik/rah)