SUMENEP, koranmadura.com – Informasi bahwa bantuan beras sejahtera (rastra) akan digrtiskan mulai tahun ini tampaknya belum diterima seluruh pihak. Salah satunya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menerima informasi tentang itu.
Baca Juga
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin mengatakan, sejauh ini belum ada sosialisasi dari pemerintah di atasnya, baik dari provinsi atau dari Kementerian Sosial langsung, terkait rencana penebusan rastra secara gratis itu.
“Belum ada sosialisasi. Secara resmi kami belum ada surat dari Bapak Gubernur,” katanya, Kamis, 11 Januari 2018. Sehingga, terkait dengan mekanisme penebusan rastra di 2018 ini pihaknya masih menunggu.
Namun dia memastikan, kalau sudah ada kepastian mengenai informasi tersebut, bahwa memang ada perubahan terkait penebusan rastra mulai tahun ini, akan langsung ditindaklanjuti. Pihaknya akan langsung sosialisasikan.
“Kalau memang sudah ada informasi terkait hal itu, nanti kami komunikasikan. Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak di provinsi,” tambah mantan Camat Gapura ini.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, mulai 2018 tidak ada lagi subsidi rastra. Adanya ialah bantuan sosial (bansos) rastra. Dengan begitu, siapa pun tidak diperkenankan meminta uang tebus rastra.
“Dulu, kan, ada harga tebus rastra. Tahun depan tidak ada lagi yang namanya harga tebus rastra,” ujar Khofifah usai menghadiri acara pengajian di Sumenep beberapa waktu lalu, Minggu malam, 19 November 2017. (FATHOL ALIF/FAIROZI)