SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd. Rahman Riyadi menyatakan peta rawan bencana, khususnya tanah longsor di wilayahnya meluas. Beberapa wilayah yang sebelumnya aman, kini berpotensi terjadi bencana.
“Kalau perluasan, khusus bencana longsor ada. Seperti di Pakandangan Daya, Pakamban Daya, dan Desa Poja,” kata Rahman.
Menurutnya, daerah-daerah tersebut sebelumnya tidak pernah terjadi bencana longsor. Namun karena tingkat curah hujan tinggi, menyebabkan struktur tanah setidaknya di tiga daerah itu berubah. Selain itu, juga di daerah Basoka, Kecamatan Rubaru.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada hujan dengan curah sangat tinggi yang sekiranya dapat menyebabkan terjadinya longsor di beberapa wilayah yang telah kami petakan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, kata Rahman, pihaknya telah mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk peta rawan bencana itu, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap potensi beberapa bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Kami juga sudah membentuk posko siaga darurat banjir, tanah longsor, banjir rob, dan angin puting beliung,” ujarnya. (FATHOL ALIF/RAH)