Para pembaca koranmadura.com, beberapa peristiwa terjadi di negeri ini, termasuk di pulau Madura. Di antaranya, Per 1 Januari 2018, Pemerintah Arab Saudi menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen, namun dampaknya terhadap biaya perjalanan haji dan umrah masih belum diketahui oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selain itu, masih ada berita dari Pamekasan, Sampang, dan daerah lain. Apa saja ya, ikuti beritanya di koranmadura.com.
Arab Saudi Tarik Pajak 5%, Kemenag Sumenep belum Tahu Dampaknya. Per 1 Januari 2018, Pemerintah Arab Saudi menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum tahu dampaknya terhadap biaya perjalanan haji dan Umrah ke depan. Klik di sini.
Rekomendasi Gerindra untuk Badrut Tamam-Raja’e Palsu. Surat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk pasangan Badrut Tamam-Raja’e sebagai bakal calon bupati (Bacabup) dan wakil bakal bupati (Bacawabup) pada Pilkada Pamekasan 2018, beredar luas di media sosial, WhatsApp dan Facebook. Klik di sini.
Sejumlah Guru K2 Desak Bupati Sampang Surati Pemerintah Pusat. Nasib ribuan guru honorer kategori dua (K2) di Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), masih tidak ada kejelasan. Saat ini terdapat 1.409 guru berstatus K2, 30 tenaga kesehatan, dan 300 tenaga teknis. Klik di sini.
Puluhan Kiai Lintas Daerah Datangi Mapolres Sampang. Pelaku pembunuhan Kiai Idris (64), tokoh agama asal Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Sampang, 27 Desember 2017 lalu hingga saat ini masih belum terungkap. Klik di sini.