SURABAYA, koranmadura.com – Jumlah sampah selama perayaan Tahun Baru di Kota Surabaya mencapai 6,25 ton. Sampah itu didominasi kemasan minuman dan makanan. Pembersihan sampah dilakukan 300 personel dengan waktu pembersihan 5 jam 30 menit.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Chalid Buhari, sampah-sampah bekas perayaan Tahun Baru itu diangkut 1 unit compactor sebanyak 4 ton, sisanya diangkut 9 unit dump truk.
“Sampah paling banyak ada di jalan-jalan protokol dan beberapa taman yang berada di tengah kota, tempat warga merayakan ppergantian tahun,” katanya, Selasa (2/1/2018).
Sementara Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengungkapkan sampah paling banyak dibersihkan dan diangkut hingga Senin (1/1) dinihari, 70 persen didominasi bungkus air kemasan dan karton kotak makanan yang dibuang sembarangan.
“Paling banyak kemasan, bungkus minuman dan makanan. Paling banyak, sekitar 70 persen sekitar 4,5 sampai 5 ton dari total sampah,” uajrnya saat dihubungi terpisah.
Ia mengungkapkan pihaknya harus rela kerja lembur karena banyak lokasi yang sudah disapu dan dibersihkan dari sampah ketika kembali lagi masih ada sampah yang dibuang sembarangan.
Pihaknya pun mengimbau kepada warga maupun instansi yang merayakan pergantian Tahun Baru, untuk berkoordinasi dengan DKRTH saat membuat acara. Sehingga tidak menambah beban kerja satgas kebersihan yang bertugas.
“Kami mohon tahun berikutnya, kalau mau mengadakan acara harus sepakat dengan dinas kebersihan kota. Mereka harus tanggung jawab dengan kebersihannya, kami siap sediakan tempat sampahnya jika ada pemberitahuan. Minimal dikumpulkan di satu tempat, nanti kami yang ambil. Seperti kegiatan istighosah atau doa bersama di Kantor Gubernur Jatim, itu sudah bagus sampahnya dikumpulkan di satu lokasi,” pungkas Hebi sapaan akrabnya.
Sumber: detik.com