PAMEKASAN, koranmadura.com – Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan melaporkan pelaku penyerangan terhadap anggotanya saat melakukan sweeping tempat prostitusi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan.
Panglima LPI Pamekasan, Abd. Aziz mengatakan terdapat lima anggota LPI yang mengalami luka parah, patah tulang serta giginya rontok. Mereka diserang warga yang diduga beking dari tempat prostitusi tersebut.
Menurutnya, laporan akan dilayangkan ke Polres Pamekasan pada hari Senin, 22 Januri 2018 oleh ulama dan korban penyerangan. “Kami para ulama dan korban akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian pada hari Senin,” kata Abd. Aziz, Sabtu, 20 Januari 2018.
Setelah kasus ini dilaporkan, lanjut dia, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut, karena dikhawatirkan korban serta warga lainnya akan kembali lagi ke tempat prostitusi tersebut bila kasus ini diabaikan pihak kepolisian. “Kami minta pihak kepolisian bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus penyerangan ini,” terangnya.
Jumat, 19 Januari 2018, ratusan massa LPI melakukan sweeping tempat prostitusi di Desa Ponteh. Aksi sweeping itu dapat perlawanan dari warga yang diduga beking tempat prostitusi tersebut. Mereka menyerang anggota LPI hingga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah. (RIDWAN/MK)