PAMEKASAN, koranmadura.com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan 2017 makin menurun. Terdapat 20 persen anggaran yang tidak terealisasi dari nilai total anggaran Rp 2,03 triliun.
Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, dengan serapan 80 persen itu jauh lebih rendah dibanding tahun 2016. Sebab, di tahun itu serapan APBD 2016 sebesar 83 persen dari anggaran Rp 2,1 triliun.
Kepala BKD Pamekasan, Taufikurrahman mengatakan, menurunnya serapan anggaran 2017 tersebut lantaran terdapat sejumlah kegiatan proyek yang gagal lelang, sehingga anggarannya tidak terealisasi.
“Sampai saat ini serapan APBD Pamekasan, sebesar 80 persen, tapi ini masih bersifat sementara karena nilai pastinya setelah selesai pemeriksaan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” kata Taufik.
Hingga saat ini, pihak masih memasukkan data belanja-belanja daerah yang penyalurannya tidak melalui kas daerah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kapitasi.
“Jadi, masih ada kemungkinan jumlah serapan lebih meningkatkan dari 80 persen itu. Kalau semua belanja-belanja selesai direkap,” ungkapnya. (ALI SYAHRONI/MK)