SUMENEP, koranmadura.com – Setelah terombang-ambing di tengah laut kurang lebih 19 jam, Muhammad akhirnya ditemukan di barat daya Pulau Gili Iyang , Dungkek, Sumenep. Pria asal desa Candi tersebut detemukan Rokib, nelayan asal desa Bicabbi sekitar puluk 06.00 WIB Minggu pagi, 21 Januari 2018.
Menurut keterangan Rokib, Muhammad ditemukan mengapung dengan menggunakan tutup box ikan dalam keadaan lemas. Bersama teman-temannya, Rokib menyelamatkan Muhammad ke atas perahu dan membawanya pulang ke pelabuhan Dungkek.
Di pelabuhan tersebut, Muhammad disambut tangis histeris keluarganya. Ia sendiri tampak menggunakan kaos warna kuning dengan wajah tampak kusut dan lelah.
Menurut informasi yang dihimpun koranmadura.com, sejak pagi buta banyak warga yang berkerumun di sekitar pelabuhan. Mereka bukan hanya keluarga Muhammad, tapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan kedatangan Muhammad.
Sebelumnya diberitakan bahwa perahu milik Bahrawi, warga desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep tenggelam akibat terhempas ombak besar pada Sabtu siang 20 Januari 2018 kemaren. Kejadian nahas itu terjadi sekitar jam 11.00 siang di perairan Dusun Muara, Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek saat delapan nelayan yang ada di atasnya hendak pulang melaut.
Setelah 19 Jam, Nelayan Ini Ditemukan Mengapung dengan Tutup Box Ikan
Tujuh dari delapan nelayan itu kini telah ditemukan. Sayangnya, Bunawi, salah satu diantara mereka nyawanya tidak terselematkan. Satu lainnya, yakni Bahrawi, sang pemilik perahu, hingga berita ini ditulis belum juga ditemukan. (BETH)
Begini Kronologi Kecelakaan Laut di Perairan Kecamatan Dungkek Sumenep