SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahotbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Bambang Heriyanto mengatakan potensi pertanian di daerahnya tak hanya padi, jagung, dan kedelai (pajali), namun cocok pula lahannya ditanami sayur, bawang, dan cabai.
Kecamatan Rubaru merupakan salah satu kawasan hortikultura. Hanya saja, Bambang Heriyanto mengukui, sejauh ini Sumenep belum memiliki pasar khusus untuk hasil produksi masyarakat di bidang hortikultura. Padahal sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Seperti di Kecamatan Rubaru, selama ini masyarakat di sana menjual hasil produksinya langsung ke Sumenep (kota). Itu butuh biaya,” ujarnya, Jumat, 12 Januari 2018.
Karena itu, Bambang mengatakan Pemkab Sumenep berencana membangun pasar khusus sebagai tempat transaksi petani dengan pedagang. Istilahnya pasar agropolitan. Pihaknya sudah mengusulkannya kepada pemerintah provinsi Jawa Timur.
Dia mengklaim, berdasarkan hasil koordinasinya, pihak provinsi merespons positif rencana tersebut. Bambang optimis pasar agropolitan itu akan bisa terealisasi. “Masyarakat juga mendukung,” klaimnya.
Pembangunan pasar agropolitan itu direncanakan akan dilakukan tahun ini. Hanya saja, Bambang mengaku belum mengetahui berapa anggaran yang akan dihabiskan. “Kalau lahannya insya Allah sudah siap,” ujarnya. (FATHOL ALIF/RAH)