SUMENEP, koranmadura.com – Pada Januari 2018, inflasi Kabupaten Sumenep (0,64 persen) melampaui laju inflasi Jawa Timur (0,60 persen), dan nasional (0,62 persen). Komoditas utama yang memberikan andil besar terjadinya inflasi ialah beras.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman menjelaskan, beras masih menjadi komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi karena harga beras sejak akhir 2017 hingga awal 2018 terus merangkak naik.
“Harga beras terus merangkak naik karena belum adanya panen raya. Biasanya panen raya baru akan terjadi pada akhir Pebruari hingga Maret,” kata Rahman, Senin, 5 Pebruari 2018.
Komoditas lain yang mendorong terjadinya inflasi ialah daging ayam ras. Hal tersebut dipicu oleh faktor cuaca yang terus menerus hujan sehingga mengakibatkan ayam ras menjadi rawan terhadap penyakit. “Juga faktor pakan ayam ras yang berkurang akibat adanya larangan impor jagung,” tambah dia.
Selain komoditas tersebut, komoditas lain yang mendorong terjadinya inflasi bulan Januari 2018 ialah cabai rawit, emas perhiasan, bayam, bensin, kelapa, sepeda motor dan tenggiri.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan bahwa inflasi Januari 2018 lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2017. “Kemudian apabila dilihat trend musiman setiap Januari selama lima tahun terakhir (2014-2018), telah terjadi empat kali inflasi dan satu kali deflasi,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK)