KORANMADURA.com – Membasahi sikat gigi sebelum bersikat gigi masih menjadi perdebatan di antara kita hingga kini. Menurut sebagian, sikat gigit perlu dibasahi terlebih dahulu agar bulu sikat lembut dan tidak merontokkan gigi. Sebagian lagi, tidak perlu dibasahi, karena orang biasanya berkumur dulu sebelum menyikat giginya. Bahkan ada lagi, yang melakukan dua-duanya, berkumur dan membasahi sikat gigi. Mana yang terbaik? Begini jawaban dokter gigi Luke Thorley.
“Aku tidak peduli yang mana. Tidak ada bukti konkret yang menyarankan bahwa salah satu kebiasaan lebih baik,” ujarnya.
Lain lagi menurut dokter gigi Raha Sepehrara. Menurutnya, sebaiknya tidak perlu membasahi sikat gigi terlebih dulu. “Ini bisa membuat pasta gigi cair dan mengurangi manfaatnya,” kata dia.
Raha mengatakan daripada membasahi sikat gigi sebelum menggunakannya untuk membuatnya lebih halus, lebih baik kita memilih sikat dengan bulu yang lebih lembut.
Meski begitu, lanjut Raha, jika kamu punya kebiasaan membasahi sikat gigi, baik sebelum maupun sesudah meletakkan pasta gigi, maka pastikan air yang digunakan tidak berlebihan.
Lebih lanjut Raha menjelaksna bahwa sikat gigi yang basah dan dibasahi pasta gigi akan mereduksi manfaat menyikat gigi. Tak disarankan kumur terlebih dahulu sebelum menyikat gigi karena akan mengurangi manfaat pasta gigi dan membuat kerja pasta gigi kurang efektif.
Itu artinya, tak perlu menggunakan mouthwash alias obat kumur setelah menyikat gigi. Hal itu akan lebih membahayakan dari pada membawa manfaat.
Lebih baik, pembersih mulut digunakan pada pertengahan hari saat kita tidak sempat menggosok gigi. Kebiasaan membasahi sikat gigi sebelum dipakai pada dasarnya tak akan merusak gigimu.
Kamu bebas membasahi atau tidak sikat gigimu selama tidak membuat bulu sikatnya terlalu basah.
Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut jika sikat gigimu saat ini dianggap terlampau keras. Untuk menghindari bakteri yang tertinggal pada sikat gigi saat meninggalkan kamar mandi, tutup sikat gigi dengan helm sikat gigi dan secara rutin menggantinya. (KOMPAS.com/RAH/DIK)