SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Fatoni meminta masyarakat mewaspadai serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD), karena saat ini puncak serangan nyamuk aedes aegypti itu.
“Jumlah penderita DBD itu biasanya paling banyak pada bulan-bulan seperti sekarang. Cuma kalau dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini sudah menurun drastis,” kata Fatoni, baru-baru ini.
Fatoni meminta masyarakat lebih aktif melapor kepada Puskesmas terdekat apabila ada salah seorang anggota keluarganya diduga kena penyakit DBD, agar bisa cepat diantisipasi. Apalagi di setiap Puskesmas sudah disiapkan alat fogging.
“Kalau ada yang diduga kena DBD, silakan masyarakat melapor. Supaya petugas bisa langsung ke lokasi melakukan penyemprotan (fogging),” imbuhnya.
Selain alat fogging, sambungnya, di setiap Puskesmas juga bisa melayani rawat inap pasien DBD. “Obat-obatan dan cairan infus sudah kami siapkan untuk menangani kasua DBD,” ujar dia, lebih lanjut.
Sesuai data yang diterima Dinkes, jumlah penderita DBD di kabupaten paling timur Pulau Madura ialah 47 orang. Data tersebut diterima dari Puskesmas dan rumah sakit. Baik swasta maupun negeri sejak Januari hingga akhir Februari. (FATHOL ALIF/RAH/DIK)