SAMPANG, koranmadura.com – Salah seorang tokoh di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang saat ini berencana maju pilkada setempat, Hermanto Subaidi mengatakan peristiwa penganiayaan yang dilakukan MH terhadap gurunya sendiri, Ahmad Budi Cahyanto, hingga meninggal dunia, mencoreng dunia Pendidikan di tanah air.
Menurut Hermanto Subaidi, pendidikan ke depan perlu stressing (penekanan) peningkatan moral dan akhlak peserta didik, tidak cukup hanya mengedepankan peningkatan pengetahuan. “Terutama menghormati yang lebih tua. Di Madura sendiri kan ada slogan ‘Bapa’ Bapu’ Guru Rato’. Itu memang harus ditanamkan sejak pendidikan dini dan dijunjung tinggi. Tapi ini semua di luar dugaan. Semoga tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Hermanto Subaidi, Sabtu, 3 Februari 2018.
Lebih jauh Hermanto Subaidi mengatakan pendidikan karakter yang selama ini didengungkan di dunia pendidikan tidak cukup dikonsumsi di Lembaga Pendidikan semata, melainkan juga harus bermanfaat di lingkungan masyarakat sekitar. “Bisa menambahkan tenaga pendidik agama yang disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, agar bisa menanamkan rasa cinta dan menghormati kepada guru yang seharusnya menjadi orang tua,” ucapnya.
Kadisdik Pemprov Jatim Minta Kasek Pantau Titik Rawan Sekolah
Hermanto Subaidi berharap pemerintah menyediakan tenaga pendidik dan sarana pendidikan yang memadai. “Kesejahteraan para guru harus memadai. Apalagi kepada guru honorer, karena guru honorer akan tetap menjadi pahlawan yang berjuang untuk perubahan karakter siswa yang bermoral dan berakhlak mulia,” ujarnya. (MUHLIS/RAH)