SAMPANG, koranmadura.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf sangat menyayangkan penganiayaan oleh MH (17), murid kelas XII SMAN 1 Torjun, Sampang, terhadap gurunya, Achmad Budi Cahyanto hingga meninggal dunia.
Menurutnya, hal seperti itu mestinya tidak terjadi di Madura. “Di mana masyarakatnya itu punya rasa sangat hormat terhadap orang tua maupun guru. Ini suatu hal yang perlu dijadikan pembelajaran,” tutur Gus Ipul usai takziyah Selasa malam, 6 Februari 2018.
Guru Budi patut diberi penghargaan. “Meskipun alm menjadi guru tidak tetap, tapi dengan sekuat tenaga memberikan yang terbaik kepada muridnya. Dan sekali lagi ini menjadi pelajaran buat kita. Karena kejadian ini menjadi perhatian baik tingkat nasional, provinsi maupun daerah,” tegasnya.
Pihaknya sampai saat ini tetap menggodok para guru honorer yakni salah satu solusinya dengan menjadi pegawai pemerintah dengan sistem kontrak. “Karena apa, saat ini guru honorer itu lebih banyak dibandingkan guru PNS yang mengajar di SMPN maupun SMAN. Padahal kemajuan pendidikan itu sangat ditentukan oleh gurunya,” terangnya.
Baca: Gus Ipul Takziyah ke Kediaman Ahmad Budi Cahyanto, Ini Pesannya
Di sisi lain Gus Ipul menegaskan bahwa yang salah tetap harus dihukum. Karena kejadian tersebut sangat menyayat hati masyarakat. “Ada murid yang berani kepada gurunya yang sangat menyedihkan hati kita,” tandasnya. (MUHLIS/MK)