SAMPANG, koranmadura.com – Penganiaya guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura Jawa Timur berinisial MH ternyata memilik rekam jejak yang kurang baik di mata para guru. Termasuk di Bagian Konseling (BK).
Informasi itu didapat berdasarkan hasil koordinasi via telpon Intelkam Polres Sampang dengan Kepala Sekolah, Bapak Amat. Termasuk dengan Bagian Konseling.
“Berdasarkan hasil koordinasi via telpon antara Intelkam dengan Kepsek Pak Amat, MH memang memiliki kelakuan kurang baik di mata semua guru. Anaknya bandel dan sering bermasalah dengan hampir semua guru di Smator, banyak catatan merah di Bagian Konseling (BK),” kata Kabag Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo.
Eko menambahkan bahwa Polres juga bertindak cepat mengamankan MH untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika tidak diamankan, Eko khawatir, terduga pelaku penganiayaan diburu oleh keluarga korban lantaran Ahmad Budi Cahyono sudah meninggal.
“Serta sebagai antisipasi agar terduga pelaku penganiayaan tidak melarikan diri untuk menghindari proses hukum,” terangnya.
Soal hukum apa yang layak untuk terduga, polisi masih terus melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Sebab, terduga masih Kelas XI dan tergolong di bawah umur, sehingga perlu langkah dan penanganan secara khusus sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (Muhlis/SOE)