SUMENEP, koranmadura.com – Pantai Lombang di Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sempat dicanangkan sebagai wisata nasional. Bahkan papan nama sebagai wisata nasional sempat terpampang di Pantai Lombang.
Menurutnya, pemasangan papan nama wisata nasional itu sebagai bentuk keseriusan masyarakat untuk mendukung pengembangan pantai Lombang sebagai destinasi wisata unggulan di ujung timur Pulau Madura.
Kala itu, kenang mantan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombang Masdawi, eksotisme pantai yang dipenuhi pohon cemara udang menjadi icon kabupaten Sumenep. “Papan itu dipasang tepatnya di dekat pintu masuk pantai Lombang saat ini,” katanya.
Selain itu, pemasangan papan nama berdasarkan master plan pengembangan wisata pada tahun 1992. Dalam master plan disebutkan bahwa Lombang sebagai induk pariwisata di Kota Keris ini.
Namun, upaya tersebut tidak berlangsung lama. Pada tahun 1996 terjadi penolakan besar-besaran dari kalangan tokoh agama. Pada saat itu sejumlah ulama menggelar istighasah akbar. “Intinya istighasah itu mengutuk siapa pun yang ingin mengembangkan pariwisata pantai Lombang,” jelasnya.
Saat itu, anggota DPRD Sumenep itu merasa iba. “Saat itu saya hanya duduk berdua dengan teman dan mendengarkan fatwa ulama. Saya iba saat itu,” ujarnya itu.
Melihat peristiwa itu, pihaknya pesimis pantai Lombang bisa berkembang ke depan. “Sangat sulit lah untuk berkembang,” ucapnya. (JUNAIDI/MK)