CIREBON, koranmadura.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak bertaji bagi lembaga yang mengklaim bisa menghapus utang umat manusia ini. Buktinya, meskipun dilarang oleh OJK, United Nations Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) ini masih tetap beroperasi. Bahkan makin hari, pengikutnya semakin banyak. Mereka dibebaskan dari utang yang pernah dipinjamnya.
Tidak heran, Soegiharto Notonegoro alias Sino, pemimpin UN Swissindo, dipanggil ‘Yang Mulia Sino’ oleh para pengikutnya. Sino juga berani mengklaim sebagai Presiden Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sehari-hari, rumah milik Sino dijadikan markas besar UN Swissindo. Pendopo yang berukuran sekitar 3×4 meter menjadi tempat berkumpul para pengikutnya. “Ya, bagaimana. Yang Mulia (Sino) ada di dalam. Dengan saya juga boleh. Mau tanya soal apa,” kata Budi Raja, selaku Juru Bicara UN Swissindo, kepada wartawan, Kamis, 15 Februari 2018.
Keputusan OJK dan Satgas Waspada Investasi menjadi perbincangan awal dengan juru bicara ‘sekte’ itu. Budi menegaskan UN Swissindo tak pernah takut dengan keputusan OJK. “UN Swissindo itu ibarat sebuah angin. Tidak ada yang bisa menghentikan kecuali tuhan itu sendiri,” kata Budi dengan mata melotot.
Saat berbincang dengan Budi Raja, belasan pengikut sekte tersebut datang dengan menggunakan mobil. Satu per satu berjabat tangan dengan Budi. Para pengikut pun menyimak obrolan Budi dengan wartawan. Budi pun melanjutkan perbincangannya tentang sikap OJK. Budi menegaskan OJK hanya lembaga jasa yang patut dipertanyakan kinerjanya. “Dia hanya jasa, atas dasar apa menghentikan. Sama sekali tak ada,” tutur Budi.
Pria berjenggot itu mengatakan UN Swissindo membuka diri berkomunikasi dengan OJK. Bahkan pihaknya siap jika diundang kembali oleh OJK. Menurut Sino, OJK tak memiliki bukti untuk menyatakan bahwa UN Swissindo ilegal. “Mana buktinya? Hukumnya, apakah sudah ada? Kita siap hadir kalau OJK bikin audiensi dengan kami,” tegas Budi. (Detik.com/RAH/DIK)